Selasa, 17 Mei 2011

MENGENDUS EKSISTENSI KONSPIRASI YAHUDI DI KOTA SURABAYA

Assalamualaikum wr.wb


Segala puji bagi Allah Yang Menurunkan Agama Islam yang lurus, dan dimenangkan atas agama-agama lain. Shalawat dan salam semoga terlimpah pada Rasulullah SAW  beserta keluarga dan sahabat


Yahudi, Mereka ada disekitar kita


Telah tiba berita yang sangat menyesakkan dada kaum muslim di nusantara tentang dirayakannya hari jadi negara Israel –laknatullah- di Jakarta dan (rencananya) akan diikuti oleh daerah-daerah yang dilaksanakan oleh kelompok yang menamakan Komunitas Yahudi Israel dipimpin oleh Benjamin Ketang.


Adalah fardlu kifayah hukumnya bagi umat Islam untuk membubarkan acara tersebut dimanapun dilaksanakannya baik di Ibu Kota Jakarta maupun Daerah-daerah seluruh nusantara. Dan pemerintah Indonesia beseta penegak hukumnua harus melarang dilaksanakannya acara itu karena bertentangan dengan pembukaan UUD 45 mengenai penghapusan penjajahan diatas dunia. Singkat kata, dilihat dari sudut pandang Islam maupun keindonesiaan, acara itu haram dilaksanakan dan wajib dibubarkan.


Terlepas dari maksud dan tujuan acara itu dibuat, hal itu bukanlah hal baru yang dilakukan oleh kaum yahudi di nusantara, sebelum gagasan itu muncul ke permukaan telah ada berbagai upaya yang mereka lakukan untuk menujukan eksistensnya ditengah-tengah umat muslim nusantara, terutama upaya penyematan logo-logo keyahudian dihadapan publik khususnya kota Surabaya.


Mengenal Firqah-firqah  Yahudi dan Jejak yang ditinggalkannya di kota Surabaya


Pertama, Zionis. Adalah firqah Yahudi yang didirikan dengan tujuan mendirikan dan melindungi secara fisik negara Israel Raya – laknatullah- yang membentang antara sungai Eufrat dan Tigris (bandingkan dengan ukuran negara Israel yang ada saat ini). Firqah ini memiliki logo berbentuk bintang David yang saat ini digunakan sebagai lambang negara serta bendera Israel – laknatullah-. Dengan bentuknya yang menarik, logo ini sangat familiar dimasyarakat perkotaan dan banyak disematkan pada pakaian-pakaian, lampu hias, dan beragai design grafis.


Keberhasilan orgnanisasi ini adalah didirikannya negara Israel –laknatullah- pada 14 Mei 1948 di tanah Palestina-Syam, serta melakukan berbagai aksi brutal dalam melindungi eksistensi negara itu. Untuk memuluskan langkahnya, organiasi ini dibantu oleh beberapa organisasi(firqah) lain baik pengumpulan dana, dukungan, dan lain sebagainya.


Kedua, Freemasonry. Adalah organisasi yang paling bertanggung jawab atas runtuhnya institusi khilafah pada 3 Maret 1924. Tujuan gerakan Freemasonry secara umum adalah: (1) Menghapus semua agama. (2) Menghapus sistem keluarga. (3) Mengkucarkacirkan sistem politik dunia. (4) Selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia dan merusak kehidupan politik, ekonomi, dan sosial negara-negara non-Yahudi atau Goyim (sebutan dari bangsa lain di luar Yahudi).


Dalam penerimaan keanggotaan, Freemasonry tidak mempersoal­kan agama calon anggota, bahkan calon anggota disumpah sesuai dengan agama yang dianutnya. Orang-orang tertarik kepada Freemasonry karena mereka menganggap bahwa organi­sasi ini bergerak di bidang kemanusiaan. Di balik itu mereka menanamkan doktirn “Pengembangan Agama” atau “Polotisme”, yang mengatakan semua agama itu sama, baik, dan benar. Lebih jauh Freemasonry dengan secara halus membawa anggotanya memahami Atheisme.


Tokoh – tokoh negeri ini yang termasuk dalam organisasi ini diantaranya Ahmad Dhani dan RA Kartini, serta penggerak Jaringan Liberal dipastikan anggota organisasi ini.


Bagaimana dengan surabaya? Sejatinya organisasi ini adalah gerakan rahasia, namun atas izin Allah SWT Penulis pernah melihat seorang pengendara motor mengenakan jaket berlogo freemason dipunggungnya yang melintas tepat dihadapan penulis ketika melintas di kawasan Rungkut Industri. Sepak terjang para Liberalis, Kapitalis dan Pluralis di kota ini dipastikan tidak luput dari campur tangan masonis (sebutan untuk anggota freemason).


Ketiga, Rotary club. Organisasi ini mengadakan pertemuan mingguan. Keanggotaan tidak terbuka untuk semua orang. Orang yang berminat menjadi anggota harus menunggu undangan club untuk bergabung dengannya sesuai dengan prinsip selektivitas. Klasifikasi keanggotaan didasarkan pada pekerjaan pokok yang mencakup 77 macam jenis pekerjaan. Para pekerja (buruh) tidak dibenarkan menjadi anggota. Club hanya memilih orang yang memiliki status sosial tinggi. Tingkat usia anggota sangat diperhatikan. Mereka bekerja menghidupkan organisasi dengan cara merekrut kaum laki-laki berusia produktif.


Organisasi ini bisa disejajarkan dengan freemason dan paling berani menampakkan wujudnya di kota Surabaya, organiasi ini pernah mengadakan pertemuan besar disalah satu gedung di jalan Panglima Sudirman, ditandai dengan dikibarkan bendera-bendera mereka disekitar gedung tersebut (8 bulan sebelum rencana Benjamin Ketang merayakan HUT Israel –laknatullah- dengan mengibarkan bendera Zionis).


Penulis bahkan pernah menyaksikan tangki air disalah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Sidoarjo yang memuat logo Rotary Club dengan warna yang sama persis dengan logo aslinya.


Keempat, Lions Club. International Association of Lions Club atau yang biasa disebut dengan Lions Club saja adalah sebuah perkumpulan yang terdiri dari klub-klub yang di atas permukaan memiliki sifat kepedulian sosial. Pada hakikatnya perkumpulan ini termasuk salah satu organisasi Internasional yang berafiliasi kepada gerakan Freemasonry.

Nama klub ini, yaitu “LIONS” atau singa merupakan simbol dari kekuatan dan keberanian. Dan Lions Club sengaja didirikan untuk menggantikan klub-klub sebelumnya, yaitu ketika klub-klub tersebut terbongkar kedoknya atau tertindas. Mengapa demikian? Lions Club dirasa dapat lebih eksis mengingat sifat yang tampak di hadapan publik adalah sebagai organisasi sosial yang reformis dan toleran.  


Aktivitas Lions Club secara garis besar adalah sebagai berikut: 
(1) Menyerukan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (Liberte, Egalite, & Fraternite);
(2) Menyebarkan arti kebaikan dan kerjasama antarbangsa; 
(3) Membangun semangat kerukunan di antara pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan). 
(4) Memperhatikan aspek keadilan sosial; 
(5) Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan; 
(6) Menolong orang-orang yang cacat; 
(7) Meringankan beban kejenuhan hidup sehari-hari; 
(8) Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar; 
(9) Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan; 
(10) Mendukung proyek-proyek rehabilitasi sosial; 
(11) Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB);

Segala aktivitasnya yang relatif bisa dikatakan baik mungkin hanya sekedar pancingan di balik misi yang sebenarnya. Mereka memiliki ciri-ciri tersembunyi dengan rencana dan sitem kerja yang berdasarkan prinsip kerja bawah tanah (clandestein), agar dapat mengumpulkan data dan potensi secara akurat. Diketahuinya rahasia-rahasia profesi seseorang dari pertemuan-pertemuan mereka, adalah sesuatu yang memberi mereka kemampuan untuk mengontrol pasar-pasar lokal, dan membantu mereka untuk campur tangan dalam masalah ekonomi di sebuah negara tertentu.

Lions Club melakukan pengumpulan data-data yang berhubungan dengan masalah-masalah politik dan keagamaan di sebuah negara dimana klub berada. Data-data ini kemudain dikirimkanke Pusat Organisasi Internasional yang mengkaji dan membuat perencanaan yang tepat untuk kepentingan mereka di negara tersebut. Oleh pusat komando diplotlah tempat kerja masing-masing dari agen mereka. Dari sana nanti masing-masing bagian harus diisi dengan aktivitas-aktivitas oleh biro masing-masing sesuai dengan deskripsi pekerjaannya.

Banyak ketidakjelasan menyelimuti sumber rahasia dan sarana mereka. Dewan Eksekutif Lions daerah melakukan proses-proses pengamanan secara ketat di wilayahnya. Mereka sering mengumandangkan jargon “Agama untuk Tuhan, Tanah air untuk semua”. Islam, menurut mereka, secara lahir sama saja dengan agama lain, baik itu agama samawi maupun agama ciptaan manusia. Adapun maksu mereka sebenarnya adalah melakukan tipu daya, meskipun yang mereka lakukan terhadap Islam konon lebih spesifik daripada tipu daya terhadap agama lain.

Baru-baru ini penulis menyaksikan stiker berlogo Lions Club yang ditempelkan seorang pemuda di motor maticnya ketika sama-sama berhenti di lampu merah di kawasan Rungkut, nampaknya logo itu sengaja disembunyikan dibagian dalam sayap motornya, sehingga penulis yang berada tepat dibelakang pemuda itu dapat  melihat logo itu dengan mudah dan jelas.

Kelima, Menorah. Penulis mengalami kesulitan untuk mencari informasi lengkap perihal organisasi yahudi mana yang menggunakan menorah sebagai logonya. Sejauh pengetahuan penulis, menorah adalah benda  yang digunakan oleh Dinas Intelijen Israel –laknatullah- sebagai logo resmi lembaganya.

Menorah adalah benda yang wajib dimiliki oleh umat yahudi sebagaimana salib yang ada di komunitas kristen atau tasbih yang di tiap-tiap rumah kita dapat dapati. Menorah adalah tempat lilin yang bercabang dalam satu tatakan, benda ini digunakan ketika diadakannya jamuan suci oleh umat yahudi sebagai bentuk penyembahan kepada Tuhannya.

Di kota Surabaya tepatnya di Jl. Kuruma Bangsa terdapat satu gedung tingkat dua yang memiliki jendela kaca berbentuk menorah. Dan  bukanlah suatu kebetulan jika jendela itu diletakkan di lantai dua, sehingga pengendara yang melintas dari arah Hi-Tech Mall dapat menyaksikan dengan jelas jendela itu. Ini adalah sesuatu yang memang sengaja dirancang oleh sang arsitek bangunan tersebut. Selain itu penulis sendiri beberapa kali menyaksikan mobil kijang Innova yang mengenakan logo menorah pada bagian belakangnya.

Seruan Untuk Kaum Muslim

Bersama ini penulis menyerukan beberapa hal kepada umat muslim khsusnya kawan-kawan generasi muda muslim:
 (1) Sudah saatnya kita tinggalkan ide-ide rusak yang mereka tularkan pada umat islam.
(2)  Mewaspadai dan bersiap-siap menghadapi makar dan teror yang akan dan sedang mereka lancarkan, baik fisik maupun pemikiran.
(3) Merapatkan barisan pada aktifitas-aktifitas da’wah dan jihad fi sabilillah menegakkan syari’ah dan khilafah
(4) Janganlah malu untuk mengenakan atribut-atribut keislaman kita. Mulai dari berpakaian, kesenian, dan lain debagainya.

Penulis mengajak pada pembaca semua untuk memulai gerakan penyadaran akan bahaya makar dari kaum Yahudi dan musuh-musuh Islam lainnya. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, orang-orang dekat, dan masyarakat umum. Hanya saja perubahan pada diri sendiri tidak akan bisa berjalan dengan mudah tanpa dibarengi dengan penyadaran lingkungan sekitar. Untuk itu kita perlu saling bahu membahu dalam da’wah dan jihad fi sabilillah.


Allah SWT berfirman:


وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيْرٍ


“Jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka (Yahudi dan Nasrani) setelah datang kepadamu ilmu (kebenaran), maka Allah tiada menjadi Pembela dan Penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120)
  
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِيْنَ آمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ أَشْرَكُوا


“Sesungguhnya kamu akan dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (Al-Ma`idah: 82)


وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ


“Orang-orang Yahudi dan Nasrani sekali-kali tidak akan rela kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120)


يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تَتَّخِذُوااْليَهُوْدَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي اْلقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ


“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al-Ma`idah: 51)


Wassalamualaikum wr. Wb



Sumber:
 MCB Swara Muslim.Konspirasi Laknatullah Yahudi/Israel.Juni 2007
 Al-Qur’an Al-Karim
 www.google.co.id


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar